fatwa MUI soal rokok

tadi khotib jum’at nya adalah Tengku Zaenal, MA. yang merupakan orang MUI. beliau mengatakan bahwa, wartawan lah yang sembarangan mengutip. harusnya yang dikutip adalah : “rokok itu tidak wajib, dan juga tidak sunah”

begitu juga soal golput. harusnya yang dikutip adalah “memilih pemimpin yang benar adalah wajib”, jadi bukannya golput itu haram.

kerennya, sebelum mulai khotbah, beliau bergerak ke tengah tengah jamaah, dan menyuruh yang ada dibelakang untuk maju ke depan, “rapat! rapat!” :D

cara intelek meng-counter film fitna

sementara pemerintah dengan anehnya meblokir website yang langsung/maupun tidak langsung yang terkait dengan film fitna, salah seorang intelektual muslim indonesia, M. Quraish Shihab, merilis sebuah buku setebal 98 halaman yang mengcounter apa yang disampaikan film fitna.

buku tersebut diberi judul “ayat-ayat fitna”, karena buku ini berbicara tentang
ayat-ayat Al-Quran yang dijadikan bahan fitnah dalam film fitna tersebut, demikian diungkapkan Quraish Shihab saat jumpa pers di mesjid Sunda Kelapa, Jakarta.

yang menarik lagi adalah, buku ini gratis dibagikan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Masjid Agung Al Azhar, Masjid Raya Pondok Indah, Masjid At Tin, Masjid dan Pesantren At Taqwa, Masjid Imam Bonjol, Dewwan Dakwah Indonesia dan Jakarta Islamic Center.
sebanyak 40.000 buku dibagikan.

dan lagi, untuk kalangan penyuka e-book, bisa pula mendapatkan softcopy dari buku ini di website penerbitnya.

dua imam ketika sholat berjamaah

kemaren lagi sholat berjamaah udah memasuki rakaat kedua. trus dibelakang tiba tiba ada yang takbir agak kenceng. oalah! ternyata ada yang memulai sholat berjemaah lagi dibelakang.

aneh! bukannya ngikutin jemaah yang udah ada?! malah bikin baru. khan ngebikin bingung. untung suara imamnya beda, kalo mirip mirip gimana?

saya gak tau apakah ada dalil/sunah mengenai adanya imam dobel seperti ini. tapi saya rasa harusnya tidak boleh ada shalat jamaah lain sebelum shalat jamaah sebelumnya selesai.

halal

halal atau engga?nyari yang halal itu susah susah gampang. ketika udah yakin itu halal tentu mengkonsumsi bisa tenang. tapi apa jadinya kalo ternyata makanan/barang yang kita pake gak halal?

kepedulian orang islam di indonesia ditengarai sangat minim, sehingga kadang membutakan mata terhadap yang haram, karena lebih gampang untuk seperti itu.

nah kalo kaya’ gini, khan susah juga. kita mau pake barang tersebut tapi kalo kenyataannya seperti yang tertulis tentu khan jadinya itu gak halal, walopun 50%, ya haram jatohnya.
soalnya gak ada persentase dalam halal – haram. adanya true or false. 1 atau 0 binnary digit.